Search

Pradita Rahman

Long Road to Heaven

#5 : Berburu Beasiswa Bupati

Secara gak terduga, malam ini aku nyasar ke pendopo Bupati Jember. Ikut acara sholawatan. Sekalian nyerahin berkas beasiswa.

Jadi gini ceritanya, bulan Mei lalu ada customer lava dari Umbulsari. Bapak-Ibu yang lumayan sudah berumur. Servisin HP-nya 3 kali. Di akhir pertemuan, pas tau aku masih kuliah, bapak ibu ini nawarin aku beasiawa bupati. Nyuruh aku buat ketemu beliaunya di pendopo bupati sekalian ngaji bareng pas malam Jumat legi. So, nyasarlah diriku ke pendopo bupati malam ini.

Aku lagi di alun-alun kota Jember pas nulis postingan ini. Nungguin Abang Tiar-ku tersayang buat jemput. Entahlah itu berkas pengajuan beasiswaku bisa lolos apa enggak. Allah knows better for me. Bukan cuma kali ini aku berburu beasiswa. Wkwkwk. Moga aja lolos kalau hal itu bisa deketin aku pada-Nya. Aamiin.

Advertisements

#4 : Bingung Pilih Baju Pengantin

Bingung dalam memilih baju pengantin adalah salah satu dari sekian banyak keribetan dalam mempersiapkan resepsi pernikahan. Kalau tanpa resepsi kurasa gak bakalan demikian!

Awalnya, aku dan Tiar gak ada rencana buat gelar resepsi nikahan. Yang ada dalam bayangan kami hanya akad. Selesai! Namun, saat mendekati acara lamaran, entah kenapa tiba-tiba kita juga mempersiapkan acara resepsi.

Tiar adalah salah satu pria di bumi yang suka banget warna hitam. Dia pun suka hal-hal yang simple. Berbanding terbalik dengan kebanyakan baju nikah di Indonesia. Apalagi yang mengikuti model adat. Semuanya serba warna-warni. Gaya modern pun menyuguhkan hal yang serupa. Tuxedo atau jas untuk pengantin pria jarang banget yang hitam polos. Adanya tuh ya, semua jas pakai variasi. Entah itu dibagian krah atau baju dalamnya. Apalagi untuk pengantin wanita, semuanya serba glamor. Pernak-perniknya ada di mana-mana. Satu kata dari Tiar, RAME!

Aku kadang sempat heran, tiap kali kita lihat instagram tukang rias atau tukang dekorasi. Komentar dari dia gak jauh-jauh dari :

  • Gak ada ya yang hitam polos?
  • Itu dekorasinya uda kayak singgasana Nyi Roro Kidul.
  • Itu baju yang kamu pilih yakin warna pink gitu? Cowoknya juga? Ah, jangan bercanda, nanti aku gak sekalian kamu suruh pakai kostum power ranger pink?
  • Baju-baju itu pasti gak sih ukurannya? Ntar kedodoran?
  • Eh, itu baju penganten ceweknya aku takut kalau gitu. Udah kayak pot berjalan aja, rame banget!

Kadang aku sebel sekaligus gemas dengan tingkahnya kalau pas lagi enak-enak bahas baju pengantin lalu komentarnya kayak yang kutulisin di atas. Kalau kalian gimana, ladies? Adakah yang mengalami hal yang sama denganku? Corat-coret kolom komentar ya!

#praditarahmanjourney

#3 : Diuji dengan Seseorang dari Masa Lalu

Kalau kalian klik google, lalu menuliskan key words ‘ujian menjelang pernikahan’, pasti semua artikel yang membahas masalah itu menyebutkan bahwa salah satu ujiannya adalah adanya godaan seseorang dari masa lalumu. Gak harus mantan pacar ya! Bisa saja dari teman-teman terdekat semasa sekolahmu dulu.

Dalam kasusku, yang datang menguji hatiku adalah seseorang dari masa lalu, dimana cerita antara dia dan aku-nya sampai detik ini gak pernah usai. Lah, gimana mau usai? Dimulai aja gak pernah! Sumpah! Dia mungkin bisa membuat hatiku merasakan djavu. Kembali ke saat dimana kita saling suka. Bahagia iya. Berdesir iya. Tapi, komitmen untuk menjaga cinta dan sayangku ke Tiar jauh lebih besar dari rasa sukaku ke dia. Baik dari dulu, hingga sekarang.

Aku sudah menetapkan pilihan. Pilihanku jatuh pada Tiar. Kalaupun dia dari masa lalu, yang dulunya ingin sekali aku mulai cerita dengannya, kemudian datang menyapa dan memberi sinyal bahwa dia sepertinya berkeinginan yang sama denganku untuk sesekali mencari celah memulai apa-apa yang dulu ingin kumulai bersamanya, tentu jawabanku adalah tidak ingin lagi! Sekalipun hatiku masih berdesir setiap kali bahan bercandaannya ngena padaku. Cinta, sayang, dan komitmenku ke Tiar jauh lebih besar dari pada semua rasa tidak jelas itu.

Dia dari masa laluku boleh datang dan menyapaku tiap hari menjelang hari pernikahan. Sesuka hatinya. Aku gak akan pernah goyah. Pilihan sudah kutetapkan kan?

Hanya orang-orang yang lemah dan kurang percaya pada pasangannya saja yang bisa hancur niat baiknya buat menikah hanya karena adanya sapaan dari seseorang di masa lalu. Akan ada banyak orang yang jauh lebih segalanya dari pasangan kita (yang udah kita pilih untuk menghabiskan waktu dan menua bersama) selagi bumi ini masih berputar pada porosnya. Alamiah. Sifat dasar manusia yang gak pernah puas.

Menurut prinsip hidupku, boleh jadi pasangan yang telah kupilih memang gak sempurna, mungkin saja dia jauh dari sempurna jika dibandingkan dengan orang-orang lain di luar sana. Tapi, aku bisa menutupi kekurangannya itu dengan kelebihanku. Di situlah kami akan menjadi sempurna. Bukan hanya dia. Bukan juga hanya aku. Melainkan kita berdua, sebagai sepasang kekasih. Yang InsyaAllah akan selalu sempurna jika kita terus bersama, baik untuk di dunia ini dan di akhirat nanti.

#praditarahmanjourney

Blog at WordPress.com.

Up ↑