Search

Pradita Rahman

Long Road to Heaven

Mereka Tak Usah Tau

Yakini saja yang menjadi tujuanmu,

Tak usah risaukan kicau orang yang berkata ini dan itu,

Toh ya ini hidupmu,

Kemerdekaan mutlak untuk menjemput dan memilih takdirmu,

Mereka tak perlu tau apa saja alasan dan arah tujumu,

Jalani saja dengan versi terbaikmu,

Cepat atau lambat mereka pasti akan tau!

*Bersama mimpi yang masih menggelayuti pikiran di 22 Juni 2017

Menanti Kepastian

Ketidakpastian baru mulai mengintip.

Seolah akan menyergapku.

Sangat ingin kuakui aku rindu. 

Tapi tak kuinginkan sebuah pelukan.

Jika semuanya masih terbalut ketidakpastian.

Cukup beri aku satu senyuman.

Dan katakan kau pun menginginkanku.

Ah, 19 Juni segeralah datang!

Sebelum aku menjadi benar-benar gila.

Karena kau telah membuatku menunggu sekian lama.

Tolong segera beri aku kepastian itu.

Apakah “iya”.

Ataukah “tidak” sama sekali.

Jangan buat aku berharap terlalu dalam.

Selalu berfokus padamu seperti yang sudah-sudah.

Menganggapmu sebagai duniaku.

Yang terus saja kukejar. 

Tanpa pernah kutemui garis finish-mu itu.
*Count down 19 Juni 2017.

29 Mei 2017 

Untuk sebuah nama yang masih melekat dalam ingatan.

Mungkin benar, masih ada rasa yang tersisa.

Meski sudah sekian tahun lamanya.

Tanggal lahirmu kali ini menggilakanku lagi.

Kau adalah kisah yang jangankan ingin kuakhiri, kumulai pun tak pernah!

Lalu apa yang sebenarnya kumau saat ini?

Merangkai kembali kepingan memori untuk memulainya kembali?

Ah, rasanya tidak perlu!

Cukup seperti sekarang.

Jadilah temanku saja.

Dengan begitu kau tak akan pernah meninggalkanku lagi.

Enam tahun bukanlah waktu yang singkat.

Namun hatiku masih saja bergetar saat mengingat namamu.

Begitupun saat kubaca pesan darimu. 

Betapa bahagianya!

Hanya saja aku tak pernah mau disebut gila!

*Bersama rintik hujan di hari ke 3 Ramadhan 2017. Sedikit cerita dari tetangga sebelah

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑